• Artikel Terbaru

    Senin, 27 Februari 2017

    Cerpen Cinta - Antara Persahabatan dan Perasaan

    Advertisement
    Advertisement
    Berikut ini adalah cerpen cinta yang telah ditulis oleh seorang pembaca yang bernama Dewi Isti dengan judul karyanya Antara Persahabatan dan Perasaan, silahkan dibaca sampai selesai yah :

    ANTARA PERSAHABATAN DAN PERASAAN
    Oleh Dewi Isti

    Apa arti mencinta jika hanya akan membuahkan luka yang menyayat hati. Aku terluka di sini, tak seorangpun mengerti mengapa keluh kesah ini muncul, bahkan aku sendiri pun kurang mengerti akan semua ini. Jika waktu bisa ku putar lagi, mungkin aku tak ingin mengenal dia, tapi semua telah terjadi, aku mengenal dia dan semua mengalir sejalan arus air, tapi saat ini setelah aku mengenal dia dan terluka oleh nya, justru aku ingin berkata bahwa aku tak kan pernah menyesali perkenalan ini.Dan ini yang membuatku lebih tegar. Aku baru sadar bahwa kehidupan itu nyata dan terus berjalan, saat aku terdiam pun kehidupan akan tetap berlanjut hingga meninggalkan aku seorang diri, karna itu aku harus bangkit dari kerapuhan ini.

    Pada awalnya aku membencinya karena sikapnya yang menyebalkan dan membuatku kesal. dan mungkin karena kita sering bertengkar bila bertemu.Ya begitulah.

    Nama cowok ini adalah Bayu. Setelah beberapa bulan kita satu kelas,kita malah menjadi teman dekat,ya  memang kebalikannya.tetapi setelah aku dekat dengannya ternyata dia orangnya baik,pintar,dan menyenangkan.

    Entah mengapa,lama-kelamaan setelah kita berteman aku merasa dia itu selalu ada  untukku, dia tahu apa yang sedang aku rasakan dan dia sering memberiku nasehat,dia selalu menghiburku dengan cerita lucunya dan tingkah nya yang membuatku jadi tertawa. Hidup di penuhi canda tawa adalah gaya kami, tak ada masalah yang harus dipikirkan walaupun memang ada masalah, bukan tidak memikirkan tapi kami mempunyai cara tersendiri untuk menanggapi suatu masalah.

    Aku tak tau kapan rasa ini ada, sebab aku tak pernah menyadarinya. Sejak berteman saat itulah aku semakin dekat dengan dia. Bercanda bersama,ngerjain tugas bersama, saling tukar pikiran satu sama lain. Hingga akhirnya aku merasakan sesuatu hal yang nampaknya perasaan ini lebih dari seorang teman. Terkadang aku terbayang wajahnya,senyumannya,kata motivasinya.Sampai-sampai aku bingung perasaan ini dinamakan apa. Aku bimbang dan ragu tentang perasaan ini sebenarnya hanya sekedar pertemananatau cinta. Sahabatku bilang kalau ini cinta.

    Suatu  pagi aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motorku dan saat aku berjalan dari parkiran menuju kelas, tiba-tiba dibelakang terdengar suara yang memanggilku,yang ternyata itu suara Bayu dan karena kita satu kelas dia mengajakku untuk bareng. Entah mengapa aku merasa nyaman sekali berada didekatnya.Tetapi terkadang aku merasa tak nyaman dengan apa yang dikatakan teman-temanku,seperti pada hari itu saat aku sedang berjalan berdua sama dia.

    “Hmmm,,kalian berdua tu,bikin iri aja!”goda temanku yang membuat aku salah tingkah. Karena ejekan yang sering dilontarkan teman-temanku, akhirnya membuat aku merasa tak nyaman dan berfikir “aku tak seharusnya sedekat ini dengan nya dan aku harus jaga jarak sama dia.”

    Hari terus berganti dengan  seiringnya  waktu, dan kini setiap kali aku melihatnya dan dekat dengannya ada perasaan yang berbeda, aku bertanya-tanya “Apakah ini yang dinamakan cinta?”Dan benar, perasaan itu muncul dan selalu membuat aku gelisah karena takut akan semua ini akan di ketahui dia ataupun teman-temanku.

    Suatu hari aku terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan salah satu temanku,

    Yangbertanya”sebenarnya kamu sama dia tu pa jadian,kok deket bangget?”

    “Emm…gak tu cuma temenan biasa kok”Jawab ku.

    Ya memang tak bisa di pungkiri kalau aku  memang sangat dekat sama dia.

    Tetapi,selama ini ada juga teman-temanku yang mengatakan kalau dia itu baik sama aku,perhatian sama aku,Cuma buat manfaatin aku aja.Tetapi aku tak menghiraukan itu semua  karena aku berfikir aku yang tahu dan aku yang merasakan itu semua,dan aku rasa dia memang baik sama aku,tetapi entah dengan orang lain.

    Sampai pada suatu hari,aku melihatnya ngobrol di depan kelas dengan seorang perempuan yang ku dengar dari teman-teman kalau dia adalah pacarnya.hal itu langsung membuat Aku dan Mia(sahabatku) benar-benar terdiam.

    Sejak hari itu aku mengetahui bahwa ternyata dia telah memiliki pacar dan  aku telah menyadari kedekatan aku dan dia adalah sebatas pertemanan biasa dimatanya.

    Walaupun dia telah memiliki pacar, namun perhatiannya padaku membuat aku bingung. Kini aku semakin merasakan sesuatu yang aneh, yang mulai merasuki pikiranku tentang dia. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan dengan keadaan seperti ini, aku tahu dia sudah  memiliki seseorang, dan aku juga tahu bahwa aku bukanlah siapa-siapa untuk nya.

    Pada hari itu juga,aku melihatnya berboncengan dengan pacarnya untuk mengantarkan nya pulang, hatiku terasa sakit sekali,dan pandangan Mia pun langsung beralih pada ku, aku tahu bahwa Mia khawatir pada ku. Aku hanya tersenyum melihat hal itu, pura-pura santai menanggapi apa yang terjadi.

    “Sakit!” itu yang sebenarnyaakurasakan saat itu. Ntah mengapa aku merasa kehilangan sesuatu yang berharga dalam diri ku, aku merasa tak ada lagi yang bisa membuat aku seperti ini, merasa tenang saat bersamanya. Aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Hari-hari yang ku lalui mulai suram, rasa nya kesenangan ku telah direnggut begitu saja. Bukan dia yang salah, melainkan aku sendiri lah yang salah menempatkan perasaan ini. Harus nya aku terbangun dari mimpi itu saat aku mulai menyadari siapa aku dan siapa dia.

    Ke-esokan paginya aku merasa seperti tak ada semangat untuk hari itu kesekolah dan aku belum siap untuk  melihatnya,tetapi aku berfikir sekolah lebih penting dan aku memutuskan untuk tetap masuk walaupun harus melihatnya saat itu.

    Akupun berangkat sekolah tanpa ada senyum yang dapat terlihat.Saat tiba di kelas,ya benar dialah orang yang pertama aku lihat dan itu tambah merusak semangatku.Dila(sahabatku)dia yang melihat keaanehan tingkah ku hari itu,langsung menghampirikudan bertanya

    “Kamu kenapa sih,dari pagi diem ja?”

    Aku yang sudah tidak mampu menyembunyikanperasaan ini dan akhirnya aku  pun bercerita tentang semua perasaan ku kepada Dila yang sebenarnya sudah menyadari hal itu.

    Dila yang sudah mengetahui itu semua,mencoba menasihatiku supaya aku bersikap seperti biasa ke Bayu,supaya hal itu tidak diketahui oleh nya ataupun teman yang lain.

    Sejenak terlintas di pikiranku yang aku rasa sejak Bayu tlah memiliki pacar,aku merasa kebersamaan ku dengan dia yang dulunya sangat dekat kini lama-kelamaan terlihat semakin renggang.Dan hal itu yang membuat aku tidak bisa melakukan  nasehat dari Dila. Akhirnya akupun mencoba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan cara bersikap cuek dan menghindar dari Bayu, tetapi hal itu malah membuat Bayu penasaran dengan ku.

    Aku memang tak bisa menyembunyikan apa yang sedang aku rasakan beberapa hari ini,

    Sampai –sampai Bayu mulai  merasakan keanehan itu.

    Dia pun bertanya “hai…,kamu kenapa ?”
    “Emm,gak papa…!Emang ada yang aneh ya?”jawab ku.
    “Aku rasa beberapa hari ini,kamu cuek ,sering diem trus kayak menghindar  dari aku.”ujarnya.
    “Gak kok, aku memang lagi pengen sendiri aja.”sahut ku.
    “Trus kenapa kamu duduknya  sini?”
    “Ada masalah ya kalau aku duduk sini?”(jawab ku kesal)

    Hal itu juga dirasakan juga oleh teman-temanku,

    Dan ada yang bertanya ”Tumben duduk sini,wi.Lagi marahan ya sama Bayu?”
    Jawabku “Ngapain juga marahan…,aku cuma lagi pengen duduk sini ja.”

    Ya memang aku yang biasanya setiap hari duduknya bersebelahan, kini aku duduk jauhan sama  dia,ya wajar aja kalau ada temen aku yang heran.]

    Sebenarnya dia  itu orang yang baik, tapi sayangnya dia hanya menganggapku teman, padahal aku berharap bisa jadi bagian di hatinya. Tapi tak apalah yang penting aku masih bisa melihatnya  tersenyum walau itu bersama orang lain..

    Saat ini, akupun memutuskan untuk  mempertahankan persahabatan ku dan mengorbankan perasaan ku yang pernah ada.Dan mencoba menutupi kesedihanku dengan memperlihatkan senyumku dan mencoba mengalihkan pikiranku tentang dirinya dengan mencari kesibukan yang bermanfaat ,yang membuat aku senang dan bisa melupakan itu semua. Dan aku sadar melupakan itu bukan berarti harus menanamkan kebencian,biarkan keadaan yang akan membuat ku terbiasa dengan kehadirannya sebagai sahabat waalaupun aku yakin tak akan bisa melupakan itu sepenuhnya karena setiap kenangan yang kita lalui terutama kenangan menyakitkan itu akan sulit untuk dihapuskan.

    Sampai aku sadar semua ini memang cerita hidup, tidak akan berwarna dan dewasa diri kita ini, jika tidak adanya masalah seperti ini. Dan tidak ada cerita nantinya di hidup kita, jika kita tidak pernah merasakan sakit hati. Maksudnya adalah kita tidak bisa menjadi lebih dewasa jika kita belum paham akan masalah yang kita hadapi.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar