• Artikel Terbaru

    Senin, 27 Februari 2017

    Cerpen Cinta - Cintaku Bersemi Di Udara

    Advertisement
    Advertisement
    Berikut ini adalah sebuah cerpen cinta yang telah dikirimkan oleh seseorang yang bernama Dwi Sri Wulandari Sitepu dengan judul Cintaku Bersemi Di Udara, silahkan dibaca sampai selesai yah :

    CINTAKU BERSEMI DI UDARA
    Karya Dwi Sri Wulandari Sitepu

    Pada pukul 12.00 Wita dimana disaat itu bertepat hari sabtu tanggal 12 Desember 2014, dan dikota Makkasar pertualang cinta dimulai, namaku Vita gadis manis, putih, dan sedikit tomboy. Aku berprofesi sebagai seorang pilot diantara keluargaku hanya aku sendirilah yang paling tomboy, kakakku seorang guru, dan kakakku satu lagi seorang dokter. Kami tiga bersaudara hanya aku yang paling aneh, aku menyukai tantangan dan aku menyukai dunia yang penuh rintangan.

    Aku ditugaskan dibandara Hasannudin Makassar, aslinya aku adalah orang Jakarta dan dibesarkan diJakarta. Aku terpisah jauh dari orangtuaku, tapi resiko kerja harus aku kerjakan. Hari ini aku akan takeoff  keBali dan dimana aku menjadi pilotnya, biasanya aku didampingin sahabatku Tiwi namanya Pilot cantik dan murah senyum tapi sekarang kami tidak bisa bersama lagi karena Tiwi dipindahkan tugas diJakarta, aku  didampingi Ari, seorang pilot yang sebelumya belum pernah terbang bersamaku, aku sedikit gugup bersamanya karena aku belum terbiasa bersamaannya, aku mulai mengajak dia berbicang agar tidak keliatan canggung ! Ari berasal dari kota  Padang, tapi entah kenapa ! Aku mulai aneh dengan dia karena dia selalu disibukkan dengan handphonenya, aku ingin bertanya ? Tapi nanti aku dibilang terlalu sibuk dengar urusan orang, aku mencoba diam, tapi rasa penasaranku tetap saja berkutik, kuberanikan bertanya, Ari mulai melihatku dan menebar senyum, dia hanya berkata "tidak terlalu penting".

    Sesampai kami dikota Bali Ari turun lebih dahulu dan handphonenya tertinggal dikursi, aku bawa handphonenya, tapi dengan rasa penasaranku, aku membuka dan melihat isi handphonenya, ternyata dari kekasihnya, aku melihat handphonenya, setibanya aku buka handphonenya, ternyata kekasihnya  mengirim pesan dengan kata-kata ancaman "jika kamu tak mengangkat telponku dan membalas pesanku, jangan salahkan aku jika aku meninggalkanmu", aku langsung mematikan  handphonenya, lalu aku berlari mengejarnya dan memberikan padanya, Ari hanya diam dan berdiri melihatku.

    Sesampai dihotel aku pesan sms itu masih menghantui aku, tak kusangka Ari yang pendiam dan sedikit tenang memiliki pacar yang over proktektif, tapi nama pacarnya mengingatkan aku dengan nama kakakku  yaitu Nita seorang dokter yang sekarang bertugas di Palangkaraya , tapi sudahlah mungkin karena banyaknya nama Nita yang sering aku jumpai.

    Pagi hari jam 05.00 Wita aku mulai siap-siap untuk takeoff ke Makassar, melihat wajah Ari rasa kasihanku  mulai tumbuh, Ari tersenyum kepadaku, dan disaat dia ingin berbicara padaku ternyata handphonenya mulai berbunyi lagi, aku mendengar nada minta putus "kita putus" dan wajah Ari langsung berkerut dan Ari berkata "terserah kamu jika itu yang terbaik untuk hubungan kita". Ari langsung mematikan handphonenya dan pergi berlalu.

    Ari duduk didalam pesawat dan sedikit melamun dan tiba-tiba Ari berkata"apa semua wanita itu egois ?,, aku terkejut dan menatap heran sambil mencari orang dibelakangku, " apa kau berbicara padaku ? "ya ",, kekasihku tidak mengerti sedikit pun denganku, dia selalu mencurigaiku, dan selalu mengatur hidupku, memang sih kami terpaut usia, aku lebih mudah 2 tahun dari dia, kami memang mau menikah tapi sepertinya pernikahan kami akan batal dan dia memutuskan untuk meninggalkan aku, "apa kau sangat mencintainya ? " ya tapi sekarang tidak karena aku mulai membencinya,, sudahlah dia tidak penting lagi bagiku,, dan Ari pergi meninggalkan ku untuk menghilangkan rasa malunya dia mencoba kekamar mandi, tanpa sengaja aku membuka handphonenya kembali dan melihat foto kekasihnya, aku terkaget ! Dan rasa percayaku mulai hilang, ternyata dia adalah kakakku sendiri Nita, aku langsung meletakkan handphonenya.

    Sesampai aku diJakarta dan disaat itulah keluargaku sedang berkumpul, aku memberanikan diri untuk bertanya pada kakakku Nita,, spontan Nita marah karena dia tidak ingin mengingat nama itu lagi, lalu sedikit ku beri pengarahan, akhirnya kakakku mengerti, lalu aku jelaskan bagaimana Ari sebenarnya dan disaat itulah rasa penyesalan itu mulai tumbuh, Nita mencoba menghubungi Ari tapi Ari tak menjawab  mengangkat Telpon Nita, dan Nita mulai panik. ''aku menyesal tidak mendengar penjelasan Ari terlebih dahulu dan aku terlalu egois. Aku bener - benar menyesal dan aku ingin meminta maaf pada Ari.

    Keesokan harinya Ari mendatangi rumah kami, aku terkejut dan disaat itu aku memang lagi cuti, '' spontan  Ari tidak begitu terkejut melihatku "aku kesini hanya ingin melihat dirimu bukan menemui kakakmu" aku pun heran  apa maksud semua ini ?  Aku sudah tau jika kamu adalah adik Nita, kenapa kamu bohongi aku kenapa kamu tidak bilang jika kamu adalah adik Nita, jujur selama ini aku merasa nyaman jika berada didekatmu, " dasar pengkhianat" kak bukan seperti itu, "Nia selama ini aku sayang padamu tapi kenapa kamu tega buat seperti ini padaku, "kak maksud Nia  bukan seperti itu, dan Nita langsung tersenyum dan berkata " adik ! kakak uda tau Ari uda cerita semuanya sama kakak, sekarang kakak sadar bahwa selama ini kakak tidak pernah mencintai Ari, kakak egois kakak hanya mencintai diri kakak sendiri, Ari lebih nyaman bersama kamu dek, dan kakak juga sadar bahwa tidak selamanya keegoisan akan menjadi sebuah kemenangan, Ari lebih cocok sama kamu ketimbang sama kakak, kakak ikhlas kok sayang, kakak jadikan ini sebuah pengalaman dan untuk kedepannya kakak harus menjaga sikap kakak.

    Profil Penulis:
    Nama : Dwi Sri Wulandari Sitepu
    Alamat : Nagori Bosar, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara
    Riwayat Pendidikan : S1 Agroteknologi
    Facebook : Dwi.kawaii@yahoo.com

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar